Kacamata tidak tercipta begitu saja, dalam arti tidak langsung menjadi kacamata, pada awalnya adalah “KACA PEMBESAR“.
Sejarah Terciptanya KataMata
Diyakini, sebelum penemuan kacamata, alat bantu penglihatan pertama, disebut ‘batu baca’ ditemukan sekitar 1000 Masehi. Sejarah mencatat, batu baca ini adalah bola kaca yang diletakkan di atas bahan bacaan untuk memperbesar huruf.
Beberapa ahli meyakini kalau kacamata sebenarnya ditemukan pada abad pertama Masehi. Mengutip laman Glasses History, saat itu Kaisar Romawi Nero menggunakan permata zamrud yang telah dipoles untuk menonton pertandingan gladiator dari atas tribun.
Tak hanya memberikan penglihatan yang lebih jelas, zamrud juga berfungsi untuk menunjukkan kelas dan statusnya yang tinggi dihadapan orang-orang. Selain itu, zamrud juga dianggap dapat mengurangi silau matahari.
Tragedi Seneca di masa Romawi yang berlangsung sekitar abad ke-4 Sebelum Masehi (SM) dikatakan menjadi era cikal bakal terciptanya kacamata pertama di dunia.
Saat itu, bangsa Romawi telah menggunakan bola kaca berisi air sebagai kaca pembesar untuk membaca.
Lensa pembesar untuk membaca ini berbentuk seperti dua kaca pembesar kecil dan dipasang pada tulang, logam, atau penyangga kulit yang dapat diseimbangkan pada pangkal hidung.
Pada abad ke-12, orang-orang di Cina menciptakan sebuah benda seperti kacamata yang terbuat dari lembaran kuarsa (quartz) atau mineral kristal yang tembus pandang. Para sejarawan berpendapat bahwa “kacamata” tersebut digunakan untuk melindungi mata dari sinar matahari.
Kala itu, para hakim di Cina juga menggunakan alat tersebut saat menghadiri persidangan. Namun, tujuannya bukan untuk melindungi mata dari sinar matahari, tetapi untuk membantu menyembunyikan ekspresi wajah hakim di persidangan.
Kemudian, kacamata yang dapat dipakai pertama kali ditemukan sekitar 1284 di Italia. Diperkirakan bahwa Salvino D’Armate adalah penemu alat bantu lihat ini.
Salvino D’Armate digadang-gadang menjadi salah satu tokoh yang paling sering dikaitkan dengan penemuan kacamata pertama yang dapat dikenakan sekitar tahun 1284.
Akhirnya pada 1752, seorang ahli kacamata asal Inggris, James Ayscough menciptakan kacamata berengsel yang bisa diletakkan di daun telinga. Selain itu, ia juga membuat kacamata dengan lensa berwarna hijau dan biru yang berfungsi sebagai terapi bagi orang yang sensitif terhadap cahaya matahari.
Pada akhir abad ke-18, pendayung gondola di Venesia, Italia, mulai menggunakan kacamata berwarna untuk melindungi mata dari silau matahari. Karena kacamata ini secara khusus digunakan untuk melindungi mata dari matahari, maka para ahli mengatakan sebagai kacamata hitam pertama di dunia.
Kacamata hitam tersebut kemudian dikenal sebagai kacamata Goldoni. Sebab, Carlo Goldoni yang merupakan seorang penulis naskah terkenal saat itu, menggunakan kacamata tersebut dan membuatnya populer di kalangan masyarakat.
Penggunaan kacamata terus berkembang pesat di tahun 1800-an. Seorang astronom asal Inggris, George Airy, menciptakan lensa pertama yang digunakan untuk mengoreksi astigmatisme pada 1825. Sebagai informasi, astigmatisme adalah suatu gangguan penglihatan yang disebabkan oleh cacat pada lengkungan lensa atau kornea.
Memasuki tahun 1900-an, penggunaan bingkai untuk kacamata semakin ringan karena sudah menggunakan plastik dan logam ringan. Selain itu, desain bingkai kacamata juga terlihat lebih stylish, sehingga kacamata menjadi salah satu aksesoris fashion yang populer kala itu.
Namun, kacamata seperti yang kita kenal sekarang ditemukan pada tahun 1929 oleh Sam Foster.
Dia membuatnya menggunakan filter polarisasi dan menjualnya ke publik di Atlantic City Woolworths. Pada abad ke-17 orang mengenal prinsip lensa cekung dan cembung.
Pada 1936, Edwin H. Land menciptakan kacamata hitam polarized agar mata lebih nyaman saat beraktivitas di luar ruangan. Ia juga mendirikan perusahaan Polaroid dan menemukan filter khusus untuk lensa kacamata, sehingga mengurangi silau matahari namun tetap menjaga visibilitas.
Kacamata hitam juga berperan penting selama Perang Dunia Ke-II. Saat itu, Ray Ban menciptakan sebuah kacamata hitam anti silau (anti-glare) yang menggunakan teknologi polarized.
Awalnya, kacamata tersebut digunakan untuk para pilot Korps Udara Angkatan Darat AS agar lebih nyaman saat menerbangkan pesawat di siang hari. Namun setelah perang berakhir, kacamata tersebut mulai dijual untuk umum dan banyak dibeli oleh masyarakat hingga kalangan selebriti.
JENIS-JENIS LENSA KACAMATA
Kacamata dapat diproduksi dengan lensa tunggal yang mengoreksi penglihatan jarak jauh atau dekat atau dapat diproduksi dengan lensa multifokal yang mengoreksi jarak dan pembacaan.
Kaca cekung digunakan untuk mengoreksi rabun jauh, sehingga berkas cahaya dapat menyimpang.
Lensa cembung digunakan untuk membantu koreksi rabun dekat, sehingga sinar cahayanya menyatu.
Lensa silinder yang digunakan untuk mengoreksi astigmatisme ditemukan oleh Sir George Airy pada tahun 1825.
Sedangkan, Lensa bifokal dapat digunakan untuk mengobati rabun jauh dan presbiopia dengan bagian bawah untuk melihat objek yang dekat seperti untuk membaca pertama kali dibuat oleh Benjamin Franklin pada tahun 1784.
SEJARAH BINGKAI KACAMATA
Untuk bingkai kacamata sendiri pertama dibuat oleh pengrajin Spanyol pada tahun 1600-an. Mereka menempelkan pita sutra atau tali ke bingkai dan melingkarkannya di telinga pengguna.
Kemudian, pada tahun 1730, Ahli Kacamata Edward Scarlett merancang pelipis kaku yang diletakkan di atas telinga pemakainya.
Kaca, plastik atau polikarbonat adalah salah satu bahan lensa untuk kacamata. Kaca adalah bahan asli untuk kacamata karena memiliki kejernihan optik yang bagus, tetapi lensa kaca bisa menjadi sangat berat dalam resep yang lebih kuat. Lensa plastik jauh lebih ringan dari kaca tetapi mudah tergores.
Bahan lensa teringan dan tertipis untuk kacamata adalah polikarbonat, disebut juga CR-39. Kacamata telah menjadi salah satu penemuan yang mengubah dunia dan sangat berpengaruh bagi kehidupan.
Lensa harus diresepkan oleh dokter mata atau ahli optometri dan dibuat oleh spesialis kacamata.
Lampu Tidur Tempel Dinding Lampu Kamar Mandi Lampu Meja Bentuk persneling
Mainan Bola Lompat Anak-anak Jumping Bouncing Ball

Cara Memilih Lampu Tidur
Tags: Sejarah kacamata